Laporan GSMA Mendesak Jepang Agar Berani Mengubah Keunggulan Teknis Menjadi Kepemimpinan Digital Global

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah penelitian baru menyoroti beberapa prioritas mendesak untuk transformasi digital di Jepang, industri ini sama-sama berambisi mengembangkan jaringan 6G melalui Tokyo Accord.

TOKYO, 16 April, 2026 /PRNewswire/ — Jepang harus mengambil tindakan berani dan terkoordinasi untuk mengubah kekuatan teknologi kelas dunianya menjadi kepemimpinan digital global, menurut laporan terbaru dari GSMA yang disampaikan di Digital Nation Summit Tokyo.

Digital Nations 2026: Menurut laporan "Mempercepat Lompatan Digital di Jepang," masalah struktur masih membatasi pertumbuhan produktivitas dan dampak digital di seluruh perekonomian meskipun Jepang masih memimpin konektivitas dan inovasi terapan generasi berikutnya. Amat sangat penting untuk mengatasi semua kendala ini bila Jepang ingin beralih dari pengguna teknologi yang berhati-hati menjadi penentu standar global yang percaya diri.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai cerminan ambisi ini, operator jaringan seluler di Jepang – KDDI, NTT DOCOMO, Rakuten Mobile, dan SoftBank – bersama APAC 6G Alliances, Globe dan LG U+ menandatangani Tokyo Accord di Digital Nation Summit Tokyo. Tokyo Accord menandakan komitmen bersama untuk membentuk era 6G melalui ekosistem digital yang terbuka, dapat digunakan bersama dan tepercaya sehingga mendorong koordinasi antara industri dan pembuat kebijakan.

Laporan tersebut menyatakan bahwa tahun 2026 adalah awal perubahan. Meskipun target intervensi telah membantu mengatasi risiko ‘jurang digital’, masalah struktur yang lebih mendalam tetap ada, termasuk produktivitas yang stagnan, defisit layanan digital yang kian melebar, dan masalah peningkatan inovasi.

Seiring dengan meningkatnya momentum global seputar 5G dan 6G, laporan ini menyoroti peluang Jepang untuk memimpin dengan cara menyelaraskan strategi spektrum, investasi R&D, dan keterlibatan dalam standar internasional untuk transformasi digital yang lebih luas.

Bidang-bidang prioritas yang memerlukan tindakan segera:

  • Menyelesaikan proses 5G: Mempercepat penerapan 5G standalone (SA) secara nasional untuk membuka kemampuan yang canggih dan mendukung perkembangan 6G di masa depan.
  • Menutup kesenjangan digital yang tidak terlalu terlihat: Menangani masalah inklusi digital di kalangan penduduk lanjut usia, di mana penggunaan internet menurun secara signifikan di kalangan pengguna usia 70 tahun ke atas.
  • Memperkuat kepercayaan digital: Mengatasi peningkatan aktivitas penipuan dan kecurangan yang telah mengakibatkan kerugian sebesar JPY 324,1 miliar (AS$2,1 miliar) pada tahun 2025 berkat perlindungan dan kerja sama yang lebih kuat.

Kata Julian Gorman, Kepala GSMA Asia Pasifik: "Jepang memiliki banyak landasan  yang diperlukan untuk menjadi pemimpin digital. Sekarang masalahnya adalah pelaksanaan."

Saat Digital Nation Summit Tokyo, Tim Kepemimpinan GSMA yang terdiri dari Vivek Badrinath, John Giusti, dan Lara Dewar menegaskan perlunya tindakan terkoordinasi di seluruh industri dan pemerintah.

Laporan ini menguraikan tiga jalur strategis untuk tahap pengembangan digital berikutnya di Jepang: membangun kekuatan konektivitas canggih dan teknologi mutakhir; mempercepat penerapan melalui praktik terbaik global; dan memperdalam kerja sama internasional di bidang AI, keamanan siber, dan konektivitas. 

Baca siaran pers selengkapnya

Logo – https://mma.prnasia.com/media2/1882833/5915941/GSMA_Logo.jpg?p=medium600

 

Follow WhatsApp Channel apakabartv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Shanghai Electric Pamerkan 19 Solusi Terintegrasi, Dorong Inovasi Industri di Ajang CIIF 2026
Dorong Perubahan Nilai Tambah Jaringan Telekomunikasi guna Wujudkan Pertumbuhan Baru pada Era AI
Dari “dua pameran yang digelar berdampingan” menuju “integrasi satu rantai” Peningkatan Layanan Terpadu Sektor Hijau untuk Kawasan Perdagangan Bebas Versi 3.0
Huawei Hadirkan OTN Generasi Baru untuk Jaringan Optik Berbasis AIDC
CCTV+: Lokakarya Teknologi yang Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jagung di DAS Lancang-Mekong Digelar di Hanoi, Vietnam
RoboParty Luncurkan RP1 di Asia Tenggara, Hadirkan Solusi Robotika dengan Platform Terbuka dan Rangkaian Lengkap untuk Pendidikan dan Riset
IGEL Menunjuk Pemimpin Zero Trust AS, Randy Resnick, untuk Memajukan Strategi IGEL Adaptive Secure Endpoint Platform™
Xinhua Silk Road: Linyi Trade City di Tiongkok Bagian Timur Buka Pusat Pengadaan Internasional, Dorong Aktivitas Perdagangan Global

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Shanghai Electric Pamerkan 19 Solusi Terintegrasi, Dorong Inovasi Industri di Ajang CIIF 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Dorong Perubahan Nilai Tambah Jaringan Telekomunikasi guna Wujudkan Pertumbuhan Baru pada Era AI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Dari “dua pameran yang digelar berdampingan” menuju “integrasi satu rantai” Peningkatan Layanan Terpadu Sektor Hijau untuk Kawasan Perdagangan Bebas Versi 3.0

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:06 WIB

CCTV+: Lokakarya Teknologi yang Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jagung di DAS Lancang-Mekong Digelar di Hanoi, Vietnam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:00 WIB

RoboParty Luncurkan RP1 di Asia Tenggara, Hadirkan Solusi Robotika dengan Platform Terbuka dan Rangkaian Lengkap untuk Pendidikan dan Riset

Berita Terbaru

Bisnis

TCL Seret Samsung ke Meja Hijau Gara-gara Label Mini LED

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:55 WIB