Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKOK, 16 Juli 2026 /PRNewswire/ — World Broadband Association (WBBA) resmi meluncurkan AI-Net dalam ajang Asia-Pacific Broadband Development Summit (BDS). AI-Net merupakan sertifikasi komunikasi data berstandar global untuk berbagai negara dan operator telekomunikasi di seluruh dunia. Sertifikasi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur digital global. AI-Net menawarkan kerangka kerja strategis yang mendukung jaringan telekomunikasi bertransformasi dari sekadar berorientasi pada konektivitas menuju jaringan yang menopang era kecerdasan. Melalui pendekatan tersebut, WBBA ingin mempercepat transisi dari era "All-Cloud" menuju era "All-Intelligence", serta mendorong evolusi industri dan transformasi digital yang lebih cerdas.

AI-Net Certification
AI-Net Certification

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat kini mengubah lanskap ekonomi global. Tren ini juga menuntut infrastruktur digital untuk memiliki kapasitas, skalabilitas, serta tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Di tengah meningkatnya adopsi Net5.5G, indikator konvensional seperti bandwidth dan cakupan jaringan tidak lagi cukup untuk menggambarkan daya saing suatu negara pada era AI. Karena itu, WBBA memperkenalkan Sertifikasi AI-Net yang berlandaskan tiga pilar utama, yakni arah kebijakan nasional, kolaborasi ekosistem industri, dan tingkat penetrasi Net5.5G. Sistem penilaian yang terukur ini bertujuan mempercepat implementasi Net5.5G secara global melalui penyelarasan kebijakan strategis dan pengembangan ekosistem industri sebagai indikator kematangan teknologi.

Dalam acara peluncurannya, WBBA menjelaskan bahwa Sertifikasi AI-Net menghadirkan dua nilai utama yang saling melengkapi.

Pertama, konsep "Network for AI" menempatkan jaringan sebagai fondasi utama bagi komputasi cerdas, bukan sekadar jalur transmisi data. Dengan throughput tinggi, kehilangan paket data (packet loss) yang mendekati nol, serta latensi yang sangat rendah, jaringan telekomunikasi modern dapat memaksimalkan potensi AI secara menyeluruh. Dengan kemampuan tersebut, koordinasi yang lebih erat dapat terjalin antara sumber daya komputasi dan pengelolaan jaringan sehingga menjamin kualitas layanan untuk kebutuhan yang terus berubah. Teknologi ini juga turut meningkatkan efisiensi pemrosesan data dalam pelatihan dan inferensi model AI berskala besar.

Kedua, konsep "AI for Network" menghadirkan teknologi cerdas secara langsung ke dalam perangkat dan platform manajemen jaringan. Integrasi AI mendukung jaringan berevolusi dari sistem yang hanya mengarahkan lalu lintas data menjadi sistem yang mampu memahami kondisi secara mandiri, melakukan perbaikan otomatis, serta terus mengoptimalkan kinerjanya secara berkelanjutan. Transformasi tersebut mendorong lahirnya sistem operasional dan pemeliharaan (O&M) jaringan berbasis "Agentic" dengan tingkat otomatisasi AN L4 yang lebih tinggi. Dengan demikian, pihak operator dapat mengurangi kompleksitas operasional sekaligus menekan beban pemeliharaan jaringan.

Asesmen AI-Net juga mencakup aspek makroekonomi dan mikroekonomi. Dari sisi makroekonomi, sertifikasi ini menilai keselarasan kebijakan nasional dan pengembangan industri. Beberapa indikator yang dievaluasi antara lain kebijakan strategis terkait Net5.5G, IPv6, dan jaringan cerdas, serta kontribusi terhadap pengembangan standar global dan kolaborasi ekosistem internasional. Sementara itu, dari sisi mikroekonomi, penilaian dilakukan terhadap operator telekomunikasi melalui IP Network Development Index (IPDI) yang diperkenalkan WBBA dalam ajang Mobile World Congress (MWC). Indeks tersebut mengukur tingkat kecerdasan jaringan yang telah beroperasi, serta kepadatan implementasi Advanced IP dan Net5.5G untuk mengidentifikasi para pelopor transformasi jaringan generasi berikutnya.

Cakupan AI-Net juga melampaui jaringan area luas (Wide Area Network/WAN). Sertifikasi ini turut menilai fondasi digital secara menyeluruh, termasuk integrasi jaringan pusat data (Data Center Network) yang saling terhubung serta sistem keamanan endogen yang komprehensif. Pendekatan multidimensi tersebut tidak hanya mencerminkan kesiapan dan visi strategis suatu negara, namun juga memvalidasi kemampuan operator dalam menghadirkan jaringan yang aman dan andal untuk berbagai kebutuhan, mulai dari logistik otomatis, ritel pintar, hingga pengembangan kota pintar.

WBBA menilai AI-Net sebagai "tolok ukur yang tepercaya dan diakui industri untuk mengubah berbagai faktor pendorong transformasi digital menjadi kemajuan yang terukur menuju visi Jaringan 2030." Ke depan, WBBA akan memanfaatkan sertifikasi ini untuk membangun konsensus global di antara pembuat kebijakan, lembaga penyusun standar industri, dan operator telekomunikasi terkemuka. Dengan mempercepat harmonisasi standar dan memperkecil kesenjangan digital, inisiatif ini diharapkan dapat membangun fondasi jaringan yang siap mendukung era AI dan mempercepat perjalanan menuju masa depan cerdas pada 2030.

Tentang World Broadband Association: 

World Broadband Association (WBBA) merupakan organisasi dan platform multilateral terbuka yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di industri komputasi awan dan broadband. WBBA berupaya mendorong pemanfaatan digital ultra-broadband agar memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di seluruh dunia. Selain itu, WBBA juga mendukung terciptanya nilai tambah bagi dunia usaha, konsumen, dan masyarakat melalui pengembangan infrastruktur jaringan dan komputasi awan yang semakin terintegrasi.

 

 

 

WBBA Director General Martin Creaner elaborating on the AI-Net Certification
WBBA Director General Martin Creaner elaborating on the AI-Net Certification

Follow WhatsApp Channel apakabartv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei
Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok
Artis Italia LeiKiè Perkenalkan PAPgame Dalam Video Musik Terbaru Saat Not Just Music Memperluas Merek PAPmusic.
Peningkatan Strategis Merek GENMA Berbuah Hasil Positif, Raih Sejumlah Kontrak Besar dan Pengakuan Global atas Teknologi Otomasi
Valvoline™ Global, “The Original Motor Oil”, Percepat Pertumbuhan di Asia Pasifik Lewat Kemitraan dengan Horse Powertrain
NABR: Untuk Kedua Kalinya, Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. Tolak Petisi Aktivis Untuk Mencantumkan Monyet Ekor Panjang Ke Dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah
Sekolah-Sekolah Terkemuka di Asia Tenggara Bergabung sebagai Cambridge English Educational Partners untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan
Pakar Sejarah PKT: Gansu Berperan Penting dalam “Long March”

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:37 WIB

Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:04 WIB

Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:52 WIB

Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:55 WIB

Artis Italia LeiKiè Perkenalkan PAPgame Dalam Video Musik Terbaru Saat Not Just Music Memperluas Merek PAPmusic.

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:57 WIB

Peningkatan Strategis Merek GENMA Berbuah Hasil Positif, Raih Sejumlah Kontrak Besar dan Pengakuan Global atas Teknologi Otomasi

Berita Terbaru