Sebanyak 48 Ribu Hektar Lahan di 136 Kbupaten/Kota di 20 Provinsi Alami Gagal Panen atau Puso

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 13 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR TV – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa lebih dari 113 ribu hektare lahan di Tanah Air terdampak banjir.

Dari total luas tersebut, sekitar 48 ribu hektar lahan yang tersebar di 136 kabupaten/kota di 20 provinsi mengalami gagal panen atau puso .

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini terjadi selama musim tanam periode Januari hingga Maret 2023.

Jika ditotal, maka kerugian diperkirakan mencapai Rp 412 miliar dan sedikitnya ada 57.053 petani yang lahannya terdampak gagal panen.

Wilayah provinsi Jawa Tengah sendiri tercatat ada lahan pertanian seluas 16.321 hektare yang mengalami puso akibat bencana banjir. Lahan tersebut adalah milik 6.431 orang petani.

“Untuk Provinsi Jawa Tengah, luas lahan puso yang terdampak seluas 16.321 hektare. Adapun jumlah petaninya yang terdampak sejumlah 6.431 orang,” jelas Suharyanto.

Pada penyerahan dana stimulan tersebut, pemerintah akan memberikan dukungan kepada 750 orang petani yang tersebar di 8 kabupaten di Jawa Tengah untuk tahap awal.

Di hadapan Presiden, Kepala BNPB juga memohon izin untuk menyerahkan dukungan yang sama kepada para petani lainnya di seluruh Tanah Air.

Melalui BNPB dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

“Mohon izin kami juga untuk menyampaikan bantuan kepada petani lainnya yang terdampak di seluruh Indonesia,” kata Suharyanto.

Adapun bantuan dana stimulan itu menurut Suharyanto akan disalurkan melalui Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) secara utuh tanpa potongan atau biaya apapun.

Suharyanto juga memastikan bahwa pencairan dana tersebut tidak akan melewati birokrasi yang berbelit.

Kendati demikian, Suharyanto tetap meminta inspektorat daerah dan BPKP untuk turut mengawal pencairan dana tersebut agar akuntable.

“Bantuan ini disalurkan melalui Bank Himbara, secara utuh tanpa dikenakan biaya atau potongan apapun.”

“Dilaksanakan sesederhana mungkin tanpa birokrasi yang berbelit.”

“Namun demikian aspek akuntabilitas tetap kami utamakan dengan melibatkan pengawasan dan pendampingan dari inspekorat daerah dan BPKP,” jelas Suharyanto.***

Follow WhatsApp Channel apakabartv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ridwan Kamil dan Keluarga Disorot KPK dalam Kasus Korupsi Bank BJB Rp222 Miliar
Antusiasme Ribuan Warga Sambut Prabowo Di Monas Karnaval
Kejati Bengkulu Sita Pajero, Dolar, dan Tas Mewah dari Rumah Tersangka Tambang
Kokain Masuk Bali: BNN Bongkar Modus Kartel Narkoba Lewat Jalur Wisata
Gibran Tiba di NTB Hadiri Penutupan Festival Olahraga Nasional
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Naik Penyidikan, Enam Nama Jadi Terlapor
Ambalat Tak Lagi Ditingkahi Sengketa, Prabowo dan Anwar Pilih Jalur Ekonomi
Bahasa Inggris di Sumpah Rektor UPI Tuai Reaksi DPR

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Ridwan Kamil dan Keluarga Disorot KPK dalam Kasus Korupsi Bank BJB Rp222 Miliar

Senin, 18 Agustus 2025 - 09:19 WIB

Antusiasme Ribuan Warga Sambut Prabowo Di Monas Karnaval

Senin, 4 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Kejati Bengkulu Sita Pajero, Dolar, dan Tas Mewah dari Rumah Tersangka Tambang

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:29 WIB

Kokain Masuk Bali: BNN Bongkar Modus Kartel Narkoba Lewat Jalur Wisata

Kamis, 31 Juli 2025 - 01:37 WIB

Gibran Tiba di NTB Hadiri Penutupan Festival Olahraga Nasional

Berita Terbaru