Terdampak Longsor, BNPB Tinjau Lokasi di Desa Bencoy Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 7 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR TV – Desa Bencoy Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi termasuk yang terdampak longsor pada Jumat (1/12/2023) yang lalu.

Untuk menuju ke lokasi, rombongan BNPB harus menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan berjalan kaki.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena jalan yang dilalui tidak memungkinkan diakses menggunakan mobil.

Pada lokasi ini terdapat lima rumah alami kerusakan berat hingga ringan yang membuat penghuninya mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman.

Hingga kini masih terdapat 21 unit rumah warga yang terancam terdampak longsor jika curah hujan tinggi terjadi lagi.

Selain berdampak pada rumah warga, longsor juga sebabkan kerusakan pada areal persawahan seluas satu hektar dan satu unit bak penampungan air.

Salah satu jalan desa amblas kurang lebih 50 meter serta 40 meter saluran air bersih turut terdampak.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, S. Sos., M.M. beserta jajaran, meninjau lokasi terdampak longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (7/12/2023).

Suharyanto saat meninjau berkata, kedatangannya untuk melihat langsung dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak longsor.

“Beberapa waktu lalu di sini terjadi bencana longsor, bersama saya ada Wakil Bupati, Dandim dan Kapolres melihat langsung dampak yang terjadi akibat longsor,” kata Suharyanto.

Mengingat pemerintah daerah setempat sudah menetapkan status darurat, kedatangannya pun tidak hanya dengan tangan kosong.

Dirinya juga turut membawa bantuan dukungan operasional penanganan bencana berupa berupa dana siap pakai sebesar 250 juta rupiah.

Dan dukungan operasional berupa peralatan dan logistik penanganan darurat antara lain tenda pengungsi 3 unit, sembako 200 paket, dan velbed 100 unit.

“Saat darurat ini pemerintah pusat (BNPB) harus hadir berikan bantuan, kami membawa anggaran operasional, membawa logistik peralatan”.

“Paling tidak masyarakat yang terdampak secara langsung bisa segera teratasi. Jika masih diperlukan, silakan ditambah lagi,” lanjutnya.

Setelah meninjau lokasi, Suharyanto mengungkap kondisi lokasi yang secara pandangan mata dapat dibilang lokasi tersebut memungkinkan terjadi longsor kembali di kemudian hari.

“Penghujung tahun 2023 dan awal tahun 2024 bedasarkan prakiraan BMKG curah hujan sangat lebat.

“Kondisi lahan di atas (lokasi terdampak) jika kita pakai mata “telanjang” saja khawatir, jika hujan deras mungkin terjadi lagi,” ungkap Suharyanto.

“Tentu saja kita memerlukan meningkatkan kesiapan dan kesiapasiagaan agar tidak terjadi lagi,” tambahnya.***

 

 

 

Follow WhatsApp Channel apakabartv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ridwan Kamil dan Keluarga Disorot KPK dalam Kasus Korupsi Bank BJB Rp222 Miliar
Antusiasme Ribuan Warga Sambut Prabowo Di Monas Karnaval
Kejati Bengkulu Sita Pajero, Dolar, dan Tas Mewah dari Rumah Tersangka Tambang
Kokain Masuk Bali: BNN Bongkar Modus Kartel Narkoba Lewat Jalur Wisata
Gibran Tiba di NTB Hadiri Penutupan Festival Olahraga Nasional
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Naik Penyidikan, Enam Nama Jadi Terlapor
Ambalat Tak Lagi Ditingkahi Sengketa, Prabowo dan Anwar Pilih Jalur Ekonomi
Bahasa Inggris di Sumpah Rektor UPI Tuai Reaksi DPR

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Ridwan Kamil dan Keluarga Disorot KPK dalam Kasus Korupsi Bank BJB Rp222 Miliar

Senin, 18 Agustus 2025 - 09:19 WIB

Antusiasme Ribuan Warga Sambut Prabowo Di Monas Karnaval

Senin, 4 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Kejati Bengkulu Sita Pajero, Dolar, dan Tas Mewah dari Rumah Tersangka Tambang

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:29 WIB

Kokain Masuk Bali: BNN Bongkar Modus Kartel Narkoba Lewat Jalur Wisata

Kamis, 31 Juli 2025 - 01:37 WIB

Gibran Tiba di NTB Hadiri Penutupan Festival Olahraga Nasional

Berita Terbaru